Rabu, 19 Januari 2011

Orang Gemuk Rawan Gangguan Seksual

Kegemukan atau obesitas semakin kental saja dengan hal-hal berbau penyakit, termasuk kesehatan seksual. Riset terbaru menunjukkan, walau jarang melakukan kegiatan seksual, mereka yang mengidap obesitas ternyata lebih mudah mengalami problem seksual. Orang Gemuk Rawan Gangguan Seksual merupakan topik yang menjadi fokus perhatian kehidupan kekinian.



Orang Gemuk Rawan Gangguan Seksual


Perempuan pengidap obesitas memiliki kemungkinan empat kali lebih besar untuk hamil tanpa rencana dibanding wanita dengan berat ideal, kendati jarang melakukan hubungan seks. Adapun pria bertubuh tambun lebih rentan terserang penyakit menular seksual kendati jumlah pasangan mereka tidak banyak.

Dalam sebuah penelitian yang membuktikan betapa obesitas kini dapat membahayakan kesehatan seksual, para ahli dari Inggris dan Perancis juga menyatakan, perempuan gemuk cenderung enggan meminta saran alat kontrasepsi atau mengonsumsi pil. Adapun pria pengidap obesitas lebih mungkin menderita impotensi atau disfungsi ereksi.

Dengan fenomena mewabahnya obesitas di negara maju dan kecenderungannya yang terus meningkat di negara berkembang, para ahli menyatakan bahwa dampak kesehatan masyarakat atas temuan itu sangat penting. Di Amerika Serikat, misalnya, dua pertiga orang dewasa kelebihan berat badan atau kegemukan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal (BMJ) ini digagas Profesor Nathalie Bajos dari National Institute for Health and Medical Research (INSERM), Perancis. Ini adalah studi besar pertama yang menyelidiki dampak kelebihan berat badan atau kegemukan terhadap kegiatan seksual dan faktor lain, seperti kepuasan seksual, kehamilan tanpa rencana, dan aborsi.

Bajos dan timnya meneliti perilaku seksual dari 12.364 responden (pria dan wanita) dengan usia 18-69 tahun. Separuh dari responden memiliki berat normal dengan indeks massa tubuh (BMI) 18,5 sampai 25. Sebanyak 2.500 dari mereka kelebihan berat badan, dengan BMI 25 sampai 30, dan sebanyak 750 dari mereka kegemukan dengan BMI lebih dari 30.

Gangguan seksual tak berkaitan dengan BMI pada perempuan, tapi perempuan gemuk dan berusia di bawah 30 tahun memiliki kemungkinan lebih kecil dibanding perempuan normal untuk meminta saran kontrasepsi atau menggunakan kontrasepsi oral dan lebih mungkin untuk melapor bahwa mereka hamil di luar rencana.

Studi itu juga mengungkapkan, perempuan gemuk menghadapi kemungkinan lima kali lebih besar dalam menemukan pasangan di Internet , dan lebih mungkin memiliki pasangan yang juga tambun. Mereka juga memiliki kemungkinan lebih kecil untuk memandang seks sebagai penting bagi keseimbangan kehidupan pribadi.

Untuk meringankan dan mengurangi tumpukkan lemak pada usus besar, serta melncarkan buang air besar, dan mendetox racun-racun yang menumpuk dalam tubuh ada cara yang efektif dan praktis dilakukan, yaitu menggunakan minuman bernutrisi dari bahan herbal Fiforlif. Fiforlif halal, dan menyehatkan, terlebih sangat dibutuhkan bagi yang mengalami kegemukan.

Kompas. Rabu, 16 Juni 2010 | 17:38 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar