Rabu, 23 September 2015

Seputar Alasan dan Bahaya Masturbasi

Meskipun telah jelas-jelas dilarang karena alasan mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya, namun praktik melakukan masturbasi tidak kunjung mereda. Masturbasi terus dilakukan oleh sebagian orang dengan beragam alasan tertentu. Karena umumnya dilakukan diranah pribadi maka dampak perilaku masturbasi lebih banyak menuju pada pelakunya, meskipun acapkali memberikan pula pengaruh pada lingkungannya. Bahaya masturbasi menjadi tema yang menarik untuk kita bahas.



Masturbasi, Sebuah Perilaku Seks Menyimpang


Pengertian tingkah laku seksual: perilaku yang dilakukan karena dorongan seks. Ada 2 macam perilaku seks, yaitu 1. yang dilakukan sendiri, seperti masturbasi, membaca/ melihat bacaan porno, fantasi seksual, dll. 2. yang dilakukan dengan melibatkan orang lain, seperti berpegangan tangan, petting/ bercumbu berat, hingga melakukan sebuah hubungan intim (coitus ).


Dalam kaacamata psikologis sebuah tingkah laku lazimnya dilakukan dari proses menyukai lawan jenis, lalu diikuti oleh timbulnya sebuah gairah, lalu diikuti dicapainya orgasme puncak kepuasan seksual dan diakhiri dengan tahap pemulihan (resolusi). Masturbasi (onani) memenuhi semua tahapan proses untuk dapat mencapai puncak kepuasan seksual.


Dalam cara pandang awam masyarakat ada pengetahuan yang menegaskan bahwa perilaku seks, khususnya tidak sesuai dengan norma yang ada seperti: agama, hukum, atau susila. Perilaku masturbasi yang dilakukan remaja, dianggap sebagai penyimpangan atau kelainan seksual, namun hal tersebut belum tentu apabila dilihat dengan psikologi. Bahaya masturbasi yang sering digambarkan awam tentu belum tentu demikian dalam pandangan ilmu kejiwaannya.



Memahami Perilaku (bahaya Masturbasi


Kata masturbasi (onani) berasal dari bahasa latin yang mempunyai arti memuaskan diri sendiri. Terdiri dari dua suku kata yaitu manus yang berarti tangan dan stuprare yang berarti mengurangi kehormatan. Sedangkang kata onani dicomot dari nama orang yaitu Onan dalam kitab kejadian pasal 38 ayat 9. Dikisahkan Onan melakukan praktik senggama terputus atau dikenal dengan coitus interruptus.


Masturbasi secara mudah dapat diartikan sebagai pemuasan akan kebutuhan seksual dengan melakukan perangsangan pada alat kelamin sendiri baik memakai tangan atau dengab alat bantu lainnya. Pada pria dilakukan dengan menggosok-gosok kemaluan sehingga spermanya keluar. Untuk wanita dilakukan dengan memasukkan jari tangan kedalam vagina, lalu menggosok-gosok klitoris dll. Dengan jari tangan atau alat lain seperti buah pisang, terong, mentimun, bahkan menggunakan dildo atau vibrator sehingga mencapai orgasme.


Bahaya masturbasi akan hadir apabila perilaku seks menyimpang ini diikuti oleh perilaku lanjutan yang mempunyai dampak lebih besar.



Bahaya Masturbasi penyimpangan seksual

Praktik penyimpangan seksual umumnya akan menimbulkan perasaan bersalah dan berdosa pada pelakunya sehingga bisa menjadi gangguan ketenangan batin. Penyimpangan seksual akan mengakibatkan perasaan dosa dan terhina yang akan selalu menjadi penganggu ketenagan batin. Penyelewengan seksual oleh pihak manapun akan menimbulkan perasaan-perasaan berdosa yang secara tidak sadar ingin ditekan jauh-jauh dalam ketidaksadaran untuk dilupakan. Hal ini bisa menjadi komplek-komplek terdesak yang sukar diatasi dan selalu menjadi penganggu bagi ketenangan batin. Sebagai akibatnya orang selalu gelisah, cemas, emosinya tidak stabil dan mengalami banyak frustasi (Kartono, 1994:168). Hal lain yang mungkin terjadi akibat penyimpangan seks secara psikis adalah terjadinya frustasi. Hal ini mungkin terjadi karena sang pacar meninggalkannya dalam keadaan hamil, maka akan dikucilkan masyarakat dan diusir dari keluarga. Karena frustasi dan rasa malu, terkadang seseorang akan murung, mudah tersinggung, merasa rendah diri dan selalu merasa bersalah. Seseorang yang melakukan seks tanpa adanya norma atau aturan agama maka ia akan merasa terhina dan berdosa dalam hidupnya. Kasus yang lebih parah adalah ketika terjadi kehamilan diluar nikah, maka pihak yang tidak mengharapkan kelahiran anak tersebut akan menggugurkan kandungan. Kalaupun bayi tersebut akan dibuang, ini tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum manapun agama dan yang bersanngkutan bisa dikenakan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. waspadai bahaya masturbasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar